Wisata Alam cigore
ALAM CIGORE
Keindahan Alam cigore Terdiri Atas :
Mempunyai Hutan Pinus Sebagai Destinsi Wisata Yang Hits Di Tahun 2021 Se – Subang Selatan.
Mempunyai Situ/Danau Yang Begitu Indah Yang Bernama ( Situ Ranca ).
Mempunyai Keindahan Sungai Cipunagara Sanghyang Tikoro Yang Sangat Indah.
Mempunyai Bukit Sunrise Vilar.
Hutan Pinus Cigore
Tepatnya Di Wilayah Subang Selatan Dikenal Sebgagai Daerah Yang Memiliki Udara Sejuk Dan Asri. Berlokasi Di Dusun Cigore, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang Tempat Ini Sangat Cocok Bagi Kamu Yang Sedang Lelah Dan Penat Dengan Rutinitas Harian. Jarak (1) Kilometer Sebelum Tiba Di Area Atau Kawasan Hutan Pinus Cigore, Selama Perjalanan Pengunjung Akan Disuguhkan Dengan Pemandangan Yang Elok Kawasan Hijau Khas Pegunungan Subang Selatan. Tampak Gunung Tangkuban Perahu Dan Bukit Tunggul Menjulang Tinggi.
Saat memasuki area hutan pinus cigore, sajian utamanya deretan pohon – pohon pinus yang tinggi menjulang dan gardu – gardu pandang dan macam – macam tempat bermain anak – anak menambah keseruan tempat ini.
Untuk menikmati suasana adem di area hutan pinus cigore, pengunjung yang mengendarai sepeda motor ( boncengan ) cukup mengeluarkan kocek untuk bayar parkir saja sebesar RP.5000 saja dan rombongan yang menggunakan kendaraan roda empat ( mobil ) hanya dipungut sebesar RP.35.000 plus parkir.
Saat ini hutan pinus cigore menjadi incaran banyak wisatawan yang ingin merasakan kesejukan udaranya untuk melepas jenuh dengan rutinitas sehari – hari seperti pekerjaan sekaligus berfoto foto bareng keluarga khusunya.Wisata yang kini populer di subang dan viral di media sosial adalah wisata hutan pinus cigore. Pasalnya wisata ini memiliki suasana yang masih alami udaranya sangat sejuk untuk menenagkan pikiran.
FACEBOOK : WISATA ALAM CIGORE YOUTUBE : AGAN CLRY
INSTAGRAM : TWA CIGORE MAPS : Dusun Cigore
Danau Cigore
Danau situ cigore terletak di tengah - tengah pemukiman masyarakat kp. Cigore yang berhimpitan langsung dengan rumah – rumah warga meskipun berdekatan dengan area rumah – rumah warga, situ cigore ini sangat terjaga ke jernihannya dan habitat ikan nya pun hidup dengan bebas tanpa tercemari oleh sampah – sampah warga.
Selain dengan keindahanNya situ cigore ini setiap tahunnya pasti mengadakan acara pemancingan yang di adakan cuman 1 tahun sekali bukan hanya itu Acara pemancingan ini yang diselenggarakan oleh karang taruna setempat memperbolehkan siapa saja yang suka mancing boleh datang dan biaya nya pun terjangkau sekitar RP.100.000 rupiah .
Kisah Legenda Sanghyang Tikoro, Goa Pusaran Pertemuan Tujuh Sungai
HAMPIR di setiap daerah selalu menyimpan cerita yang melegenda dibumbui mitos. Di wilayah Subang Selatan terutama Kecamatan Kasomalang pada umumnya pernah mendengar istilah Sanghyang Tikoro.Sebuah tempat yang dikenal angker, titik pertemuan tujuh sungai di pedalaman hutan dekat Kampung Cigore, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, Kabupaten Subang.Suhara (70), warga Kampung Panembong, Desa Tenjolaya, Kecamatan Kasomalang, menceritakan pengalamannya saat hendak melihat legenda Sanghyang Tikoro tersebut.Dia mengatakan, perjalanan untuk dapat melihat keberadaan Sahyang Tikoro tidaklah mudah. Butuh waktu berjam-jam untuk bisa sampai ke sana karena berada jauh di dalam hutan dan tidak ada akses jalan. Hanya bisa dilakukan dengan berjalan kaki.Menurutnya, Sanghyang Tikoro merupakan titik masuk air yang berasal dari tujuh sungai di wilayah Subang Selatan ke dalam perut bumi. Air tujuh sungai tersebut, kemudian diyakini akan keluar lagi di daerah Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.Konon, tempat itu disebut Sanghiyang Tikoro, karena menyerupai “tikoro” (bahasa Sunda) yang artinya kerongkongan.Sanghyang tikoro menurutnya, sebuah gua yang menyerupai kerongkongan dan diapit oleh sebuah tebing yang tinggi dan di bawahnya merupakan titik bertemunya tujuh aliran sungai di Subang Selatan.
Suhara Menuturkan Bahwa Di Antara Tebing Tersebut Ada Sebuah Batu Besar Yang Tertahan Oleh Akar-Akar Pepohonan.Jika Batu Tersebut Terlepas Dan Jatuh Ke Aliran Sungai, Gua Tersebut Akan Tersumbat Dan Konon Akan Menyebabkan Daerah Subang Selatan Menjadi Danau Atau Lautan,” Ujarnya.Menurutnya, Jika Ada Orang Yang Hendak Ingin Melihat Sanghyang Tikoro Alangkah Baiknya Ditemani Seorang Pemandu Yang Mengenal Dan Tau Keberadaan Sanghyang Tikoro.Saat Terjadi Banjir Bandang Di Kampung Cihideung, Desa Sukakerti, Kecamatan Cisalak Tahun 2016 Lalu Diyakini Seorang Korban Bernama Rizal (10) Tersapu Banjir Dam Masuk Ke Sanghyang Tikoro.Sebab Jasad Korban Ditemukan Esok Harinya Oleh Pencari Ikan Di Sungai Cipunagara, Desa Mekarwaru, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu.(Rrs/Man)
PENULIS
ASEP ABDUL GANI
Komentar
Posting Komentar